Hidayat Putra Suka menulis sejarah dan beberapa artikel yang membahas seputar keragaman budaya.

Kopi Flores Bawa Indonesia Ke Panggung Internasional

2 min read

Menurut pakar rasa, kopi Flores memiliki rasa kacang-kacangan, karamel, bunga, dan bahkan tembakau.

Tidak diragukan lagi, rasa dan kenikmatan kopi Indonesia sudah dikenal di seluruh dunia. Ini karena Indonesia memiliki banyak jenis kopi yang dapat bersaing di pasar global.

Beberapa waktu silam, saat saya berada di Gottingen, Jerman, saya menemukan kopi Indonesia di pusat kota kecil di pinggiran Hannover, Lower Saxony, Jerman. Saat itu, secangkir kopi Toraja kecil seharga 13 euro.

Tidak hanya rasanya luar biasa, tetapi juga membuat Anda merasa bangga bisa menikmati kopi Indonesia di tengah udara dingin kota kecil itu. Sebagian besar varietas kopi Indonesia dapat dengan mudah ditemukan di banyak kota di benua biru Eropa.

Dalam hal kopi, Kementerian Pertanian (Kementan) melaporkan bahwa Indonesia memiliki 35 jenis kopi berdasarkan indikasi geografis (IG), yang berarti kopi dengan cita rasa khusus yang hanya dapat diproduksi di wilayah yang menghasilkan kopi.

Terdiri dari 18 IG kopi arabika, 15 IG kopi robusta, dan 2 IG kopi liberika. Petani kopi Indonesia sekarang lebih mampu menjual kopi mereka di pasar internasional, termasuk kemasannya.

Dari Aceh di ujung barat hingga kopi Gunung Puncak Jaya atau wamena di Papua, kopi Indonesia memiliki khasanah kekayaan yang luar biasa.

Ini juga berlaku di Nusa Tenggara Timur (NTT). Kopi Flores berasal dari provinsi itu; seperti kopi gayo atau toraja, kopi Flores juga dikenal di luar negeri. Kopi flores memiliki rasa dan aroma yang unik.

Jika Anda melihat roda rasa, kopi flores biasanya memiliki rasa yang mirip dengan kacang-kacangan, karamel, bunga, atau bahkan tembakau. Tidak mengherankan bahwa Flores memiliki dua jenis kopi terbaik yang rasanya tidak kalah dengan kopi lain karena kondisi cuaca dan lingkungannya yang berbeda. Kopi bajawa dan kopi manggarai adalah jenis kopi yang sama.

Sangat wajar bahwa kopi flores ditawarkan kepada tamu asing selama pertemuan kepala negara kawasan Asia Tenggara ke-42 di Labuan Bajo. Para wisatawan asing bahkan menikmati kopi flores di sejumlah lapak UMKM di lokasi wisata seperti Gua Batu Cermin, Lapangan Waikusambi, dan Waterfront.

Menurut Reinhard Djo, Kepala Subdivisi UMKM dan Festival Desa Binaan Bank NTT, Rabu (10/5/2023), “Belasan tamu dari luar negeri sangat menikmati cita rasa kopi flores di jejeran lapak UMKM di Gua Batu Cermin.”

Reinhard mengatakan bahwa aroma dan cita rasa kopi yang kuat dari kopi manggarai menarik tamu. Dalam hal kegiatan sampingan dan acara utama, kopi asli NTT memang menjadi salah satu hidangan yang disajikan kepada tamu KTT ASEAN.

Kopi NTT sebagian besar berasal dari beberapa wilayah di Flores, Sumba, Timor, Alor, dan wilayah lain di daratan Flores. Lebih dari 13 kabupaten di NTT adalah daerah penghasil kopi.

Arabica bajawa, arabika manggarai, robusta manggarai, caturra kuning, kopi red bourbon manggarai, dan juria manggarai adalah beberapa varian kopi NTT yang cukup terkenal dan tua, menurut Bony Romas, ketua Dewan Kopi Indonesia NTT.

“Kopi hijau Bajawa, yang sering disebut kopi colombia ini, satu yang terbaik adalah yang berasal dari Bajawa, Kabupaten Ngada, karena itu banyak diminati oleh penikmat kopi lokal dan internasional,” katanya.

Tidak diragukan lagi, dua jenis kopi Flores yang paling terkenal adalah kopi flores manggarai dan kopi flores bajawa.

Pada zaman kolonial, wilayah Manggarai terkenal sebagai produsen kopi. Kopi flores manggarai dianggap sebagai salah satu komoditi terbaik di Indonesia.

Kopi flores manggarai, yang merupakan varietas rata-rata dari jenis arabika dan robusta, memiliki rasa dan karakter yang kuat yang berasal dari ketinggian 1.100–1.300 meter di atas permukaan laut.

Kopi ini dinobatkan sebagai kopi terbaik di Indonesia pada 2015.

Bagaimana dengan kopi bajawa flores? Kopi ini memiliki sifat yang kuat. Kopi flores bajawa tumbuh di lereng gunung Inie Rie, yang berada di ketinggian 1.200 hingga 1.500 meter persegi, dan merupakan salah satu gunung berapi yang masih aktif.

Oleh karena itu, tanah tempat deretan pohon kopi tersebut tumbuh dikenal sangat subur karena termasuk tanah yang dihasilkan oleh letusan vulkanik yang sangat baik. Setelah mencicipi kopi flores bajawa ini, Anda akan menikmati aroma kayu yang luar biasa dan tingkat keasamannya yang seimbang. Kita minum kopi Indonesia, kawan.

Sumber Berita ini berasal dari : Artikel “Kopi Flores Bawa Indonesia ke Pentas Dunia” Situs Indonesia.go.id

Hidayat Putra Suka menulis sejarah dan beberapa artikel yang membahas seputar keragaman budaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *